Tuesday, July 14, 2009

Peringatan 14 Tahun Pembantaian Muslim Bosnia


Bosnian Muslims pray behind coffins of 534 newly identified victims of the 1995 Srebrenica massacre during their funeral in Potocari July 11, 2009. Each year, bones are matched to a name and buried in a mass funeral on July 11, the anniversary of the Srebrenica massacre of up to 8,000 Muslim men and boys by the Bosnian Serb forces.
(Photo from Reuters Pictures)


Mereka banyak yang tertunduk. Mata berlinang. Ada yang mengatupkan kedua tangan di mulutnya. Lebih dari 20 ribu muslim berkumpul di pemakaman Srebrenica, Sabtu (11/7) ini. Masih segar dalam ingatan, 14 tahun lalu terjadi pembantaian massal dan di tempat itu ada 534 korban tak dikenal dikubur.

Sesuai dengan tradisi Islam, mereka mendoakan jenazah yang telah dimakamkan di sebuah pemakaman di luar kota sebelah timur. Kuburan dibungkus kain berwarna hijau, mereka tewas dalam sebuah pembantaian keji dalam perang Bosnia dari Tahun 1992-1995.

534 korban yang ada kuburannya itu adalah bagian dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim yang dibunuh oleh pasukan Serbia. Kemudian pasukan Persatuan Bangsa Bangsa melindungi daerah tersebut 11 Jul 1995 dan berkomitmen bahwa ini adalah pembantaian terkeji sejak Perang Dunia II.

Korban-korban yang tewas itu, saat masih hidup berusia antara 14 sampai 72, yang dalam banyak kasus ditemukan di kuburan massal kedua di mana mereka telah dipindahkan dari lokasi awal di pemakaman, sebagai tawaran oleh Serbia untuk menutupi kejahatan perang mereka.


Bosnian Muslims carry the coffins of some of 534 newly identified victims of the 1995 Srebrenica massacre during their funeral in Potocari July 11, 2009. Each year, bones are matched to a name and buried in a mass funeral on July 11, the anniversary of the Srebrenica massacre of up to 8,000 Muslim men and boys by the Bosnian Serb forces.
(Photo from Reuters Pictures)

"Walaupun kita telah bersungguh-sungguh mencari dalam beberapa tahun, namun sangat berat menerima panggilan telepon bahwa ayahku telah diidentifikasi," kata Nurveta Guster, 27 tahun. "Saya melihat dia untuk terakhir kali di rumah kami di Srebrenica. Dia lari saat dikejar dan mencoba untuk melepaskan diri."

"Kejadiannya seperti baru saja dialami, saya teringat lagi," kata Guster, yang paman dan keponakannya berusia 18 tahun juga dikuburkan.

Sedang Hatidza Mehmedovic, yang berusia 60 tahun, sampai kini masih tetap mencari anaknya. "Keluarga saya menjadi korban dan sampai kini saya masih menderita karena belum menemukannya," katanya.

Zelicko Komsic, orang Kroasia dan anggota presiden tripartit Muslim Bosnia Haris Silajdzic, menghadiri upacara bersama-sama dengan masyarakat internasional yang mewakili Valentin Inzko. Tetapi tidak ada pejabat senior Serbia yang hadir.

"Kita harus kembali mengakui bahwa dunia gagal untuk bertindak, gagal untuk mencegah pembantaian di Srebrenica yang tak berperikemanusiaan," ujar duta besar Amerika di Bosnia Charles English.


Bosnian Muslim women look at names on the Memorial wall as thousands gather at Potocari's Memorial Center near Srebrenica to attend on July 11, 2009 the burial of 534 newly identified victims on the 14th anniversary of the wartime massacre in the Bosnian town. The 534 victims, excavated from mass-graves in Eastern Bosnia, were among some 8,000 Muslim men and boys who were killed by Serb forces after they captured the UN-protected enclave on July 11, 1995, and committed Europe's worst atrocity since World War II.
(Photo from Getty Images)

Parlemen Eropa pada bulan Januari menyatakan tanggal 11 Juli ini sebagai peringatan genosida di Srebrenica dan memanggil negara-negara di seluruh dunia untuk mendukung gerakan ini.

Perang antar etnis di Bosnia memaksa 100.000 orang meninggalkan negara yang terbelah menjadi dua badan otonom -yang Muslim Federasi Kroasia dan Serbia menjadi Republik Srpska.

Sejauh ini ada sekitar 3.200 korban di Srebrenica telah dimakamkan secara layak di pemakaman. Ahli forensik dari Komisi Internasional Orang Hilang mengatakan mereka telah mengidentifikasi sebanyak 6.186 orang yang tewas dalam pembantian. Korban pembantaian tersebut awalnya dimakamkan di belasan kuburan massal.

Pemimpin Serbia Bosnia Radovan Karadzic, yang diduga sebagai pelaku utama yang melakukan kejahatan perang, telah tertangkap tahun lalu dan sedang menunggu persidangan. Sementara wakil penglima tentara Ratko Mladic masih menjadi buronan sampai kini.

TEMPO Interaktif, 11 Juli 2009
http://www.tempointeraktif.com/


Pembantaian Srebrenica alias Genosida Srebrenica merujuk pada pembunuhan sekitar 8.000 lelaki dan remaja etnis muslim Bosnia di daerah Srebrenica, Bosnia.

Pada 1992, peperangan pecah antara Serbia dan Bosnia. Karena kekejaman dan pembersihan etnis yang dilakukan para tentara Serbia, muslim Bosnia harus mengungsi ke kamp-kamp pengungsian. Srebrenica adalah salah satu kamp terbesar dan dinyatakan PBB sebagai zona aman.

Pada 6 Juli 1995, pasukan Korps Drina dari tentara Serbia Bosnia mulai menggempur pos-pos tentara Belanda di Srebrenica. Pada 11 Juli, pasukan Serbia memasuki Srebrenica. Anak-anak, wanita, dan orang tua berkumpul di Potocari untuk mencari perlindungan dari pasukan Belanda.

Pada 12 Juli, pasukan Serbia mulai memisahkan laki-laki berumur 12-77 tahun untuk 'diinterogasi'. Pada 13 Juli, pembantaian pertama terjadi di gudang dekat desa Kravica. Pasukan Belanda menyerahkan 5.000 pengungsi Bosnia kepada pasukan Serbia, untuk ditukarkan dengan 14 tentara Belanda yang ditahan pihak Serbia.


Pembantaian terus berlangsung. Pada 16 Juli, berita adanya pembantaian mulai tersebar. Tentara Belanda meninggalkan Srebrenica, dan juga meninggalkan persenjataan dan perlengkapan mereka.

Selama lima hari pembantaian itu, 8.000 muslim Bosnia telah terbunuh. Pelakunya adalah pasukan Serbia Bosnia pimpinan Jenderal Ratko Mladic. Jenderal Mladic kini menjadi buron internasional yang dituduh bersalah karena berbagai kejahatan perang di Yugoslavia.

Pembantaian Srebrenica dianggap sebagai pembunuhan massal terbesar di Eropa semenjak Perang Dunia II. Kejadian ini juga dianggap sebagai kejadian paling menakutkan dan kontroversial dalam sejarah Eropa modern pasca-Perang Dunia II.

http://www.mediaindonesia.com/

Srebrenica Massacre


The Srebrenica Massacre, also known as the Srebrenica Genocide, was the July 1995 killing of more than 8,000 Bosniak men and boys, as well as the ethnic cleansing of 25,000-30,000 refugees in the area of Srebrenica in Bosnia and Herzegovina, by units of the Army of Republika Srpska (VRS) under the command of General Ratko Mladić during the Bosnian War. In addition to the VRS, a paramilitary unit from Serbia known as the Scorpions, that operated as part of the Serbian Interior Ministry until 1991, also participated in the massacre. The United Nations had declared Srebrenica a UN-protected "safe area" but that did not prevent the massacre, even though 400 armed Dutch peacekeepers were present at the time.

The Srebrenica massacre is the largest mass murder in Europe since World War II. In 2004, in a unanimous ruling on the "Prosecutor v. Krstić" case, the Appeals Chamber of the International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia (ICTY) located in The Hague ruled that the Srebrenica massacre was genocide, the Presiding Judge Theodor Meron stating:

By seeking to eliminate a part of the Bosnian Muslims [Bosniaks], the Bosnian Serb forces committed genocide. They targeted for extinction the forty thousand Bosnian Muslims living in Srebrenica, a group which was emblematic of the Bosnian Muslims in general. They stripped all the male Muslim prisoners, military and civilian, elderly and young, of their personal belongings and identification, and deliberately and methodically killed them solely on the basis of their identity.


Remains of a pregnant Bosniak (Bosnian Muslim) woman and her unborn baby excavated from the mass grave Suha in Srebrenica region, near Bratunac. Baby's undeveloped head, fingers, and legs are clearly visible. The woman was barricaded in an abandoned house and then set on fire by Bosnian Serbs around Srebrenica. When she tried to escape, she was shot with a single bullet to her stomach. The events preceding and leading to the Srebrenica genocide included unprecedented levels of cruelty committed by Bosnian Serbs around Srebrenica against the civilian Bosnian Muslim population of the Podrinje. In July 1995, crimes against humanity had culminated in a crime of genocide when Serbs overtook Srebrenica, summarily executed between 8,372 and 10,000 Bosniaks (men, children, and elderly), and forcibly expelled more than 20,000 people in a U.N.-assisted case of ethnic cleansing.

In February 2007 the International Court of Justice (ICJ) concurred with the ICTY judgement that the atrocities committed at Srebrenica constituted a genocide, stating:

The Court concludes that the acts committed at Srebrenica falling within Article II (a) and (b) of the Convention were committed with the specific intent to destroy in part the group of the Muslims of Bosnia and Herzegovina as such; and accordingly that these were acts of genocide, committed by members of the VRS in and around Srebrenica from about 13 July 1995.

The ICJ also ruled that Serbia "has violated the obligation to prevent genocide", and that Serbia was to cooperate fully with the ICTY and that it must transfer to it individuals accused of genocide or any other acts for trial by the ICTY. Several fugitives from the ICTY remain at large and are suspected of hiding in the Republic of Srpska (an entity of Bosnia and Herzegovina) or in Serbia.

Although those killed were almost entirely men and teenage boys, the massacre also included instances where boys under 15, men over the age of 65 and women were killed. According to testimony collected by the ICTY, victims of the massacre included babies.


The Preliminary List of People Missing or Killed in Srebrenica compiled by the Bosnian Federal Commission of Missing Persons contains 8,372 names, of whom some 500 were under 18, and includes several dozen women and some girls. As of July 2009, 6186 genocide victims have been identified through DNA analysis and 3,215 victims have been buried at the Memorial Center of Potočari. As of May 1 2009, 6,006 bodies of Srebrenica genocide victims have been excavated from numerous mass graves, but the number is not final.

http://en.wikipedia.org/wiki/Srebrenica_massacre


"On that day in all capitals, events should be organized at which nations of Europe would make a vow to each other that Genocide and the Holocaust will never happen again."
Reisu-l-ulema Mustafa Ef. Ceric Head of the Bosnian Islamic Community



A 1995 massacre of Muslims in Bosnia
—Europe's worst mass killing since World War II—
Serb forces killed more than 8,000 Muslims in one week in July 1995, overrunning the Srebrenica enclave declared a U.N. safe zone.

Mereka harus musnah, orang-orang Bosnia itu harus lenyap dari muka bumi !!!


On October 12th 1991 he (Radovan Karadzic) stated:
"They [Bosniaks] will disappear, these people will disappear from the face of the earth !!!"



Radovan Karadžić (lahir di RS Montenegro, RFS Yugoslavia, 19 Juni 1945) adalah mantan politikus, psikiater Bosnia dari suku Serbia yang merupakan buronan selama 13 tahun sejak 1995 hingga tertangkap pada bulan Juli 2008 setelah didakwa melakukan kejahatan perang oleh Pengadilan Internasional untuk Bekas Yugoslavia (International Criminal Tribunal for the former Yugoslavia, ICTY) di Den Haag, Belanda. Ia ditangkap pada 21 Juli 2008 di Beograd. Kala itu ia berada dalam samaran sebagai pekerja di sebuah klinik pengobatan alternatif dan menggunakan nama "Dragan Dabic". Ia menjabat sebagai Presiden Republik Srpska dari tahun 1992 hingga 1996.

Karadžić didakwa ICTY melakukan kejahatan perang berupa genosida semasa Perang Bosnia-Herzegovina tahun 1992-1995. Selain itu, Karadžić terlibat pula dalam aksi pengepungan kota Sarajevo selama 43 bulan (dari 5 April 1992 hingga 29 Februari 1996) yang menewaskan sekitar 12.000 orang serta dalam pembantaian lebih dari 8.000 pria dewasa dan anak-anak warga Muslim di Srebrenica pada Juli 1995.


Status buron Karadzic dimulai sejak Juli 1995 ketika ICTY menjatuhkan dakwaan terhadap Karadzic dan Jenderal tentara Serbia Bosnia, Ratko Mladic. Mladic hingga kini masih buron. Karadzic menghadapi dakwaan melakukan genosida, pembunuhan, deportasi, dan tindakan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan terhadap warga Muslim Kroasia serta warga sipil non-Serbia.

Kejahatan paling keji yang dilakukan oleh Karadzic adalah aksi pengepungan kota Sarajevo selama 43 bulan. Sekitar 12.000 orang dibunuh. Selain itu, Karadzic juga terlibat dalam pembantaian lebih dari 8.000 pria dewasa dan anak-anak warga Muslim di Srebrenica, di Bosnia timur, pada Juli 1995.

Saat itu sekitar 8.000 warga Muslim Bosnia dibantai tentara Serbia Bosnia di Srebrenica. Pembantaian terjadi setelah tentara Serbia Bosnia menerobos penjagaan tentara PBB asal Belanda yang bertugas melindungi pengungsi Muslim Bosnia di sana. Ini merupakan pembantaian terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.


Karadzic selama buron dilaporkan melakukan berbagai penyamaran guna menghindari penangkapan oleh pasukan NATO. Karadzic (63) dilaporkan menyamar sebagai pekerja di sebuah klinik pengobatan alternatif di Belgrade. Ia tampil dengan nama samaran, Dragan Dabic. Wajahnya dibiarkan penuh dengan jenggot tebal.

2 comments:

mumtahanah said...

salam.
terima kasih ats perkongsian saudara.
semoga ALLAH memberkati saudara.

Ranmaru said...

5000 pengungsi ditukar untuk 14 tahanan Belanda? Bahkan anjing masih punya hati.