Showing posts with label PBNU. Show all posts
Showing posts with label PBNU. Show all posts

Sunday, January 10, 2010

Gus Dur Ingin Gus Mus Jadi Rais Aam PBNU


Banyak cerita terungkap setelah Gus Dur meninggal. Selain soal kehidupan sehari-harinya yang luar biasa, Gus Dur juga masih punya mimpi soal kejayaan NU di tahun-tahun mendatang.

Dalam beberapa kesempatan, Gus Dur mengungkapkan keinginannya soal posisi Rais Aam PBNU (semacam dewan syuro PKB). Gus Dur ingin posisi Rais Aam yang saat ini diduduki KH Sahal Mahfud yang kabarnya tidak mau dipilih kembali, dapat dilanjutkan oleh KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

"Beberapa kali saya bertemu beliau sebelum wafat, beliau bercerita secara terbuka soal keinginannya agar Gus Mus menjadi Rais Aam PBNU. Ini mungkin termasuk wasiat beliau," kata salah satu orang yang dekat dengan Gus Dur, Imam Mudzakkir kepada detikcom, Kamis (31/12).


Gus Mus yang memang teman dekat Gus Dur sejak kecil sampai sekarang, memiliki jiwa kepemimpinan dan ketokohan yang tidak diragukan. Gus Mus yang dalam prosesi pemakaman Gus Dur didaulat membacakan doa dari pihak keluarga juga mempunyai kredibilitas dan kapabilitas yang tak perlu diragukan lagi.

"Gus Dur bilang, kalau Gus Mus jadi Rais Aam dan saya ketua dewan syuro, luar biasa mas nanti kita. Siapa yang tidak kenal kita," papar Imam menirukan Gus Dur.

Mudzakkir pun menceritakan maksud Gus Dur bersilaturahmi ke Rembang seminggu sebelum wafatnya. Selain menebus rasa kangen dengan sahabat sejatinya itu, kehadiran Gus Dur ke kediaman Gus Mus karena ingin menegaskan agar Gus Mus mau menjadi Rais Aam Syuriah PBNU.

Muhammad Nur Hayid
detikNews, 31 Desember 2009

Amien: Gus Dur Otomatis Pahlawan Nasional


Mantan Ketua MPR RI Amien Rais menyatakan, secara otomatis KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur harus mendapatkan gelar pahlawan nasional dari pemerintah.

"Sudah sepantasnya dan selayaknya kalau Gus Dur mendapatkan gelar pahlawan nasional. Siapa pun atau pihak mana pun tidak perlu lagi mempersoalkannya," tegas Amien usai memberikan kuliah tamu kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (2/1/2010).

Menurut tokoh reformasi itu, separuh perjalanan hidup Gus Dur sudah didedikasikan dan diabdikan pada bangsa ini, sehingga sudah sepantasnya bahkan secara otomatis gelar pahlawan nasional diberikan kepada mantan Ketua Umum PBNU itu.

Menyinggung perbedaan pendapat antara dirinya dan Gur Dur ketika sama-sama berkecimpung dalam ranah politik, Amien menegaskan, perbedaan pendapat adalah hal biasa dalam negara demokrasi.


"Dalam berdemokrasi kami memang sering beda pendapat, namun semua itu tidak berpengaruh terhadap hubungan baik secara personal. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita memberikan sumbangsih yang terbaik bagi negeri ini termasuk buat beliau (Gus Dur)," tegasnya.

Sebelumnya pengamat politik dan tokoh NU Kota Malang Mas'ud Said mengungkapkan dukungan jika pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada mantan presiden ke-4 Republik Indonesia itu.

Dosen FISIP UMM itu menyatakan, jasa yang dipersembahkan Gus Dur untuk bangsa Indonesia cukup banyak terutama dalam menegakkan demokrasi dan perdamaian sehingga sudah selayaknya kalau Gus Dur diberi gelar Pahlawan Nasional.

Setelah Gus Dur wafat pada Rabu (30/12/2009) sekitar pukul 18.45 di Rumah Saki Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, banyak aspirasi masyarakat untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden ke-4 RI tersebut.

ANTARA News, 2 Januari 2010