Monday, July 20, 2009

MU Batal Datang ke Indonesia


Setan Merah pun Takut “Setan Merah Putih”?

Klub sepakbola asal Inggris, MU (Manchester United) yang berjuluk Red Devil alias Setan Merah sudah dipastikan batal datang dan bertanding di Indonesia. Padahal rencana semula MU akan bertanding melawan Indonesia All Star pada hari Senin tanggal 20 Juli 2009 di Gelora Bung Karno.

Pembatalan terjadi karena bom yang meledak di hotel JW Marriot dan hotel Ritz Carlton. Padahal hotel Ritz Carlton Kuningan tadinya akan jadi tempat menginap MU selama di Jakarta. Rencananya mereka akan langsung menuju ke sana setelah mendarat pada Sabtu 18 Juli 2009 pukul 23.00 di Halim Perdana Kusuma.

Setelah mendapat saran dari sejumlah pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Indonesia, para petinggi MU mengkonfirmasi tidak akan terbang ke Jakarta. “Menyusul peristiwa ledakan di Jakarta -di mana satu diantaranya adalah hotel tempat tim akan menginap- dan atas saran sejumlah pihak, jajaran direksi memberitahu FA Indonesia bahwa tim tidak bisa memenuhi undangan pertandingan di Jakarta dalam rangka Tur Asia 2009,” demikian pernyataan resmi klub Manchester United seperti dilansir sportinglife, Jumat (17/7/2009). “Kami sangat menyesal batal berkunjung ke Indonesia, dan sangat berterima kasih kepada fans atas dukungan mereka. Juga, kami turut berduka cita untuk para korban bom.”

Pembatalan pihak MU untuk datang ke Indonesia, bisa difahami karena alasan keselamatan tim dan juga official crew, walaupun julukan mereka Setan Merah bukan berarti tidak takut bom. Bukan hanya mereka saja yang takut, siapapun pasti takut aksi para teroris “Setan Merah Putih” yang membabi buta tersebut.


Catatan:
Lambang Manchester United telah berganti beberapa kali, tetapi perubahan yang dilakukan tidak terlalu signifikan. Setan yang terletak di tengah lambang merupakan akar dari julukan "Setan Merah"(The Red Devils), yang muncul di era 1960-an setelah Matt Busby (manager tim saat itu) mendengarnya dari fans tim rugbi Salford. Pada akhir 60-an, the devil mulai disertakan dalam program kegiatan klub, sebelum akhirnya lambang setan memegang trisula itu dimasukkan ke dalam lambang klub. Di tahun 1998, logo itu kembali didesain ulang, kali ini dengan menghilangkan tulisan "Football Club". Perubahan ini sebenarnya bertentangan dengan pendapat suporter, yang memandang bahwa MU semakin menjauhi akar sepak bola dan perubahan ini hanya untuk kepentingan bisnis semata.

No comments: