Thursday, July 16, 2009

Agung Laksono: Usut Penembakan di Papua


Ketua DPR RI Agung Laksono meminta agar pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus penembakan di Papua yang menewaskan satu warga negara Australia serta satu petugas keamanan (security) PT Freeport Indonesia (PT FI).

Usut apa itu motifnya, kriminal atau ada kepentingan politik tertentu,” kata Agung kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/7).

Menurut dia, langkah cepat oleh kepolisian sangat diperlukan agar jangan sampai kasus tersebut mempengaruhi iklim investasi dalam negeri.

Selain perhatian terhadap iklim investasi, kata dia, juga harus diperhatikan hubungan dengan masyarakat sekitar proyek agar tidak terjadi persinggungan pekerja proyek dengan masyarakat setempat. “Supaya cepat mengambil langkah-langkah dan dibuka secara jelas kepada publik apa motifnya,” kata dia.

Soal penambahan pasukan keamanan, katanya, sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan penyelidikan. “Kalaupun ada penambahan pasukan demi kelancaran penambangan boleh-boleh saja,” ujarnya.

Dua karyawan PT FI yang tewas itu seorang berkebangsaan Australia, Drew Nicholas Grant ditembak di Mile-53 (Sabtu, 11/7) dan pada Minggu (12/7), security PT FI, Markus Rattealo juga akhirnya tewas akibat ditembak di Mile-51, Timika.

Dia juga mempertanyakan apakah kasus penembakan yang dilakukan orang tak dikenal itu ada hubungannya dengan Pemilu atau terkait dengan kehidupan sosial yang mencolok antara karyawan PT Freeport dengan masyarakat di sana (Timika).

Meski demikian, katanya penyelidikan kasus penembakan itu tetap diserahkan kepada aparat penegakan hukum (Polri).

http://lifestyle.detikyogyakarta.net/agung-usut-penembakan-di-papua/

No comments: