Showing posts with label Jerman. Show all posts
Showing posts with label Jerman. Show all posts

Thursday, March 12, 2009

Penembakan Membabi-buta di Jerman dan Amerika


Di Winnenden, Jerman 11 Orang Tewas

Aksi penembakan massal di sekolah kembali terjadi. Kali ini, 11 orang yang kebanyakan murid sekolah menengah di Winnenden, Jerman.

Peristiwa penembakan itu terjadi Rabu (11/3/2009). Insiden ini ditengarai sebagai peristiwa penembakan di sekolah terburuk di Jerman dalam 7 tahun terakhir.

Begitu menjalankan aksinya, sang pembunuh langsung melarikan diri dan hingga kini belum tertangkap. "Tersangkanya belum tertangkap," ujar juru bicara kepolisian setempat seperti dikutip Reuters.

Sekolah Albertville-Realschule itu merupakan sekolah tingkat menengah untuk siswa berumur 10-16. Sekolah itu langsung dievakuasi begitu insiden yang menewaskan 11 orang tersebut berakhir.

detikcom

A 17-year-old gunman dressed in black opened fire at his former high school in Germany, killing at least 11 people and injuring others before escaping. State police said 10 students and one adult had been killed. Nine of the slain students were found dead in the school and the gunman killed an adult outside the building. It was not immediately clear how the 10th student died.


Di Alabama, Amerika Serikat 10 Tewas

Setidaknya sepuluh orang tewas dalam aksi penembakan di Geneva County, Negara Bagian Alabama, Amerika Serikat, Selasa (10/3). Meski identitasnya masih dirahasiakan polisi, disebutkan bahwa pelaku merupakan bekas pekerja di sebuah pabrik setempat. Si penembak mengakhiri aksinya dengan bunuh diri.

Ini bukan kali pertama penembakan massal terjadi di AS. Undang-undang di negara itu memang membolehkan penjualan dan kepemilikan senjata api untuk kepentingan membela diri dan berburu.

Sejauh ini Departemen Luar Negeri Indonesia belum menerima laporan adanya warga negara Indonesia yang menjadi korban.

Liputan6.com

Nine people were gunned down across two Alabama counties by Michael McLendona who burned down his mother's home with her inside, killed his own relatives on their porch and shot apparent strangers and police before killing himself. McLendon burned down his mother's house in Kinston, authorities found Lisa McLendon's body inside. McLendon then drove to Samson, shooting out his car window, killing three more people seemingly at random. One woman was struck down as she walked out of a gas station. Another man was driving. Another man was shot as he tried to run away. In Geneva County McLendon fired several shots at a Wal-Mart store, no one was killed, but it was unclear if anyone was injured. McLendon shot nine victims, including four members of his family. After a shootout with police, McLendon killed himself.

“Be Cool… Don’t Let Guns Rule.”

Wednesday, March 11, 2009

Resesi Besar Terjadi


Harga-harga Saham di AS Tergelincir
Dunia saat ini berada dalam resesi besar dan pertumbuhan ekonomi global berada di bawah 0 persen pada 2009. Demikian peringatan yang diberikan pimpinan Dana Moneter Internasional di Paris, Selasa (10/3). Sementara itu, pasar saham terus tumbang.

China berjuang mengatasi deflasi, Jerman terpukul oleh penurunan ekspor yang drastis. Mahaguru investasi Warren Buffet menyatakan, perekonomian AS berada di bibir jurang dan menyerukan koordinasi internasional untuk mengatasi penurunan ekonomi global.

Uni Eropa meminta Dana Moneter Internasional (IMF) melipatgandakan dana untuk membantu negara-negara yang kesulitan keuangan akibat krisis.

Ketika berbicara pada pertemuan menteri keuangan di ibu kota Tanzania, Dar Es Salaam, Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn mengatakan, pertemuan itu berlangsung pada saat-saat kritis. ”Krisis finansial global saat ini dapat disebut sebagai resesi besar. IMF memperkirakan pertumbuhan global melemah hingga berada di bawah 0 persen tahun ini dan merupakan kinerja terburuk sepanjang sejarah,” ujarnya.

”Walaupun krisis sudah mereda ketika mulai menyentuh daratan Benua Afrika, kita tahu bahwa dampaknya akan sangat mengerikan. Ancaman tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga akan membuat jutaan orang kembali masuk ke bawah garis kemiskinan. Krisis ini tidak hanya soal bagaimana melindungi pertumbuhan ekonomi atau pendapatan rumah tangga, tetapi juga soal kerusuhan sipil, bahkan peperangan. Ini persoalan manusia dengan masa depannya,” kata Strauss-Kahn.

Jutaan orang Afrika terancam kembali miskin dan menghadapi konflik karena krisis finansial global ini. IMF menyerukan agar diambil langkah pencegahan segera.

Pekan lalu Strauss-Kahn juga mengatakan, pemulihan ekonomi kemungkinan tidak akan terjadi sebelum 2010.

Dampak krisis pada salah satu negara kaya, seperti Jerman, ditunjukkan dengan angka ekspor yang turun 20,7 persen pada Januari 2009. Perekonomian Jerman sangat bergantung pada ekspor dan kini terpukul resesi paling buruk dalam enam dekade terakhir. Pemerintah memperkirakan output industri akan turun 2,25 persen tahun ini.

Perdana Menteri China Wen Jiabao, akhir pekan lalu, menyatakan harapannya bahwa perekonomian China masih bisa tumbuh 8 persen tahun ini. Namun, pertumbuhan itu dibayangi dengan deflasi. Harga makanan, pakaian, dan bahan bakar lebih murah 1,6 persen dibandingkan dengan tahun lalu dan hal ini merupakan yang pertama kali terjadi dalam enam tahun terakhir.

Penurunan harga-harga tersebut, jika terus berlanjut, dapat menurunkan pertumbuhan. Ini bisa terjadi jika konsumen menunda untuk berbelanja dengan harapan harga akan terus turun.

”Kestabilan harga juga merupakan perhatian para pengambil keputusan karena perkiraan deflasi terkadang membuat konsumen menunda pembelian dengan konsekuensi pertumbuhan semakin lambat,” ujar Jing Ulrich, analis pada JP Morgan.

Terburuk sejak 1982
Di bursa saham Asia, indeks Nikkei ditutup melemah 0,44 persen menjadi 7.054,98 setelah harga-harga saham tergelincir di Wall Street sehari sebelumnya. Indeks di Wall Street mencapai titik terendah sejak Oktober 1982, yakni 6.547.

”Saya tidak pernah melihat orang Amerika setakut ini. Hanya perlu waktu 5 menit untuk penyebaran ketakutan dan perlu waktu panjang untuk meraih kembali rasa percaya diri. Sayangnya, sebuah sistem tidak akan bekerja tanpa keberadaan kepercayaan di pasar,” kata Buffet dalam wawancara dengan televisi CNBC.

Untungnya indeks harga saham-saham di Eropa dan sebagian Asia masih naik.

KOMPAS, 11 Maret 2009